Ad

ad728
  • News

    Review Novel Convenience Store Woman

    Review Novel Convenience Store Woman - Hellow you guys! Apa kabar? Beberapa waktu yang lalu aku baru saja selesai membaca novel terjemahan Jepang (lagi). Tema yang diangkat sangatlah berani. Dengan menjadikan seorang pegawai mini market sebagai tokoh utamanya, penulis novel ini berhasil memberikan kritik pada masyarakat yang cenderung bersikap tidak adil pada seseorang yang tampil beda.

    Novel yang akan aku bahas kali ini berjudul Convenience Store Woman yang ditulis oleh Sayaka Murata. Mari kita simak review selengkapnya.



    Judul: Convenience Store Woman
    Penulis: Sayaka Murata
    Penerjemah: Ninuk Sulistyawati
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Cetakan Ke: 1
    Tahun Terbit: 2020
    Tebal: 160 hlm
    ISBN: 9786020644394
    Harga: Rp.58.000


    Dunia menuntut Keiko untuk menjadi normal, walau ia tidak tahu "normal" itu seperti apa. Namun di minimarket, Keiko dilahirkan dengan identitas baru sebagai "pegawai minimarket". Kini Keiko terancam dipisahkan dari dunia minimarket yang dicintainya selama ini.

    Aku selalu takjub dengan penulis asal Jepang yang selalu berhasil menciptakan karya yang berbeda dari yang lainnya. Melalui seorang pegawai minimarket, Sayaka Murata berhasil memberikan kritik terhadap masyarakat yang semena-mena terhadap orang yang memilih menjalani hidupnya sesuai dengan pilihannya sendiri.

    Keiko adalah contoh nyata manusia yang disisihkan hanya karena dia berbeda. Keiko memiliki pemikiran yang spontan dan sedikit ekstrim sebenarnya. Tapi dengan pemikiran itu, Keiko tidak lantas menjadi jahat pada lingkungannya. Dia tetap baik dan bahkan nggak memiliki amarah sedikit pun meski sudah dianggap tidak normal.

    "Dia lebih suka kakaknya menjadi normal, meskipun banyak masalah, daripada tak punya banyak masalah, tapi abnormal. Baginya, dunia normal lebih bisa dia pahami." (Hal. 131)

    Novel ini tipis dengan sudut pandang orang pertama tunggal dan berjalan dengan alur yang menurutku pas. Aku merasa agak ketakutan ketika Keiko bertemu dengan Shiraha yang licik itu. Laki-laki itu memang memberikan pandangan baru pada Keiko tentang bagaimana masyarakat menjalankan aturannya untuk setiap orang di dalamnya.

    Memang nyata sih ya, bila dalam masyarakat kita ada semacam peraturan tidak tertulis dimana orang-orang yang tampil beda dari orang kebanyakan dianggap nggak normal dan dipaksa untuk menjadi normal. Padahal kalau mau ditelusuri lagi, pengertian normal itu sendiri masih membingungkan. Yah, itulah masyarakat. Coba deh baca novel ini untuk lebih membuka pemikiran lagi.

    Sekian saja dari aku kali ini. Selamat membaca dan semoga harimu menyenangkan.

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.