Ad

ad728
  • News

    Review Buku Hidup Apa Adanya

    Hellow you guys! Aku tahu banyak diantara kita yang sering membandingkan diri dengan orang lain di sekitar kita. Tapi apa hal itu bikin kamu bahagia? Aku sendiri dulu sering melakukan itu. Saat masih kecil aku suka membanding-bandingkan diriku dengan anak seumuran yang punya prestasi akademik bagus. Dan aku akan belajar lebih giat lagi agar bisa menyamai prestasinya itu.

    Akan tetapi ketika beranjak dewasa dan mengenal sisi kehidupan yang lebih kompleks, sikap membandingkan diri ini justru membuatku menjadi tertekan. Aku menjadi kehilangan arah dan nggak tahu harus bagaimana menjalani hidup ini. Nah, di buku yang mau aku bahas kali ini terdapat banyak sekali tips untuk menjalani kehidupan yang akan membawa pada ketenangan pikiran. Judul buku ini adalah Hidup Apa Adanya yang ditulis oleh Kim Suhyun. Yuk mari disimak review selengkapnya.



    Judul: Hidup Apa Adanya
    Penulis: Kim Suhyun
    Penerjemah: Presilia Prihastuti
    Penerbit: TransMedia Pustaka
    Cetakan Ke: 1
    Tahun Terbit: 2020
    Tebal: 296 hlm
    ISBN: 978-623-7100-29-4
    Harga: Rp.99.000


    Memang melelahkan sekali rasanya ketika kita harus menjalani hidup ini dengan standar orang lain. Ketika standar yang satu sudah coba kita lakukan, eh, ternyata masih menunggu standar lainnya yang sering kali membuat kita nggak nyaman. Lalu apa dong yang harus dilakukan agar merasa nyaman menjalani kehidupan ini?

    Buku Hidup Apa Adanya karangan Kim Suhyun menyajikan puluhan to-do-list yang bisa kamu praktekkan untuk kehidupan yang lebih baik. Aku suka sekali dengan buku self improvement yang disajikan dengan cara seperti ini. Aku nggak harus menghafal berbagai teori yang kadang bahkan nggak bisa masuk ke otakku saat aku baca deretan kata-katanya.

    Hidup Apa Adanya berisikan hal-hal yang selama ini mungkin ingin kita lakukan. Akan tetapi, karena lingkungan sosial yang menganggap hal tersebut terlarang untuk dilakukan, kita jadi urung melakukannya. Kim Suhyun, penulis buku ini, menjelaskan dengan gamblang disini bahwa salah satu penyebab rasa nggak bahagia seorang individu adalah karena individu tersebut hidup dalam lingkungan yang menjunjung tinggi kolektivisme.

    Justru, individu yang hidup dalam lingkungan individualis, memiliki kesempatan lebih besar untuk bahagia. Kenapa? Baca saja deh buku ini. Nggak hanya menekankan tentang pentingnya bagaimana menumbuhkan rasa bahagia untuk diri sendiri, buku ini juga mengajak kita untuk peduli pada lingkungan sekitar kita bahkan dunia.

    Hidup Apa Adanya diterjemahkan dengan sangat baik. Di negaranya sendiri, Korea Selatan, buku ini bahkan sudah cetak ulang sebanyak 200 kali. Jadi tunggu apa lagi, ayo ke Gramedia terdekat untuk mendapatkan buku dengan cover cantik ini. Sekian saja dari aku. Have a nice day.

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.