Ad

ad728
  • News

    Review Novel A Hole in The Head

    Hellow you guys! Apa kabar? Akhir-akhir ini cuaca sangat dingin sampai-sampai aku jadi malas melakukan banyak hal. Bagaimana dengan kalian? Tapi syukurnya aku masih punya semangat untuk menulis review novel yang sudah selesai aku baca beberapa waktu lalu.

    Novel yang akan aku bahas kali ini berjudul A Hole in The Head yang ditulis oleh penulis Indonesia, Annisa Ihsani. Novel dengan cover cantik ini mengambil setting di Swiss dengan tokoh utama seorang gadis remaja 13 tahun. Biar nggak kelamaan, yuk mari disimak dulu identitas novel ini.



    Judul: A Hole in The Head
    Penulis: Annisa Ihsani
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Cetakan Ke: 1
    Tahun Terbit: 2017
    Tebal: 232 hlm
    ISBN: 978-602-03-7744-5
    Harga: Rp. 70.800


    Musim panas telah tiba dan Ann bersemangat menyambut liburannya di Monchblick Inn, penginapan paling populer di Lauterbrunnen. Atau setidaknya, pernah populer. Penginapan tua itu kini sepi pengunjung, bahkan saat puncak liburan begini. Para tamu mengeluh tentang bunyi derap langkah kaki tanpa sosok di koridor dan kengerian yang menyelimuti kamar 303. Bahkan Ann sendiri harus mengakui memang ada yang meresahkan di kamar tersebut. Dengan bantuan Jo, cucu sang koki penginapan, Ann mulai mencari petunjuk untuk memecahkan misteri di Monchblick Inn. Dua anak berusia tiga belas tahun itu menemukan fakta tentang persaingan lama, rumor liar yang berseliweran, dan kejanggalan paranormal misterius yang tiba-tiba muncul. Akankah rahasia yang menyelubungi penginapan tersebut berhasil mereka bongkar?

    Aku merasa seperti membaca novel Lima Sekawan. Ann merupakan anak cerdas yang selalu mempertanyakan segala hal. Aku suka melihat bagaimana gadis itu selalu penasaran. Hubungan Ann dengan sang ibu tiri, Nina, juga sangat menarik untuk diikuti. Nina memiliki sifat yang sangat ramah dan penuh rasa hormat terhadap orang-orang di sekitarnya. Tapi kasihan juga bagaimana dia menjadi kelabakan dengan menurunnya pengunjung penginapan serta bagaimana dia harus tetap membiayai kebutuhan bayi laki-lakinya yang berusia 10 bulan. 

    "Dia teringat nasihat Paman Daniel dulu: penting lho untuk membuka pikiranmu terhadap kemungkinan-kemungkinan. Tapi kini dia teringat pesan lain dari James Randi: ada perbedaan besar antara memiliki pikiran terbuka dengan memiliki lubang di kepalamu sehingga otakmu bocor keluar." (Hal. 207)

    Beberapa anak lain mungkin akan ketakutan bila mendengar ada ketukan di pintu kamarnya. Bahkan Jo, anak lelaki teman baru Ann juga ketakutan. Akan tetapi, Ann berbeda. Dia yakin sekali bahwa yang mengetuk pintunya bukanlah hantu Matteo. Ann yakin ada penjelasan yang logis akan semua keganjilan itu. Rasanya seru membaca bagaimana anak-anak dalam novel ini sangat tertarik pada sains dan berusaha memecahkan masalah dengan itu. Meski awalnya Jo menolak ikut misi penyelidikan, tapi akhirnya mau juga demi menyelamatkan pekerjaan neneknya di penginapan.

    A Hole in The Head menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan alur maju. Salah satu hal yang juga sangat aku sukai dari novel ini adalah adanya deskripsi tentang tempat-tempat menakjubkan di Swiss seperti pegunungan, danau, dan air terjun. Membaca semua itu membuatku ingin pergi ke tempat yang disebutkan itu.  Selain Nina, karakter lain yang cukup menarik perhatianku adalah Igor, cenayang yang berusaha memanggil roh Matteo dan menyuruhnya pergi dari penginapan. 

    Novel karya Annisa Ihsani ini happy ending meski ada karakter yang awalnya kelihatan begitu baik namun akhirnya terbongkar juga niat busuknya. A Hole in The Head masih bisa kamu dapatkan di Shopee atau Gramedia Digital. Sekian review dari aku kali ini. Have a nice day teman-teman! 

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.