Ad

ad728
  • News

    Review Novel Best Time

    Hellow you guys! Apa kabar hari ini? Semoga baik ya. Ada nggak sih diantara kamu yang masih belum bisa move on dari cinta pertama kamu? Aku sendiri sudah hampir melupakan cinta pertama aku sampai aku membaca sebuah novel terjemahan Mandarin.

    Novel yang akan aku bahas kali ini berjudul Best Time yang ditulis oleh Tong Hua. Kamu mungkin asing sama nama Tong Hua tapi salah satu karyanya yang berjudul Scarlet Heart pernah diadaptasi menjadi drama Korea. Well, biar nggak berlama-lama, mari kita simak review lengkap novel Best Time ini. Yukkkk!



    Judul: Best Time
    Penulis: Tong Hua
    Penerjemah: Jeanni Hidayat
    Penerbit: Penerbit Haru
    Cetakan Ke: 1
    Tahun Terbit: 2016
    Tebal: 464 hlm
    ISBN: 978-602-6383-04-4
    Harga: Rp. 89.000



    Jabatan Su Man di perusahaannya sudah cukup tinggi, tapi tanpa ragu ia keluar dari pekerjaannya. Gadis ini memalsukan CV-nya supaya bisa melamar di kantor Song Yi, CEO perusahaan MG yang juga adalah pria yang sudah disukainya selama tujuh tahun. Sahabatnya, si Cabe Rawit mengatakan keputusannya konyol. Namun tekad Su Man sudah bulat. Sayangnya, meski Su Man berhasil bekerja di MG dan mendekati Song Yi, rencananya tidak berjalan mulus. Terutama dengan adanya Lu Li Cheng. Pria atasan Su Man ini mengetahui rahasia gadis itu dan berniat memerasnya. Belum beres permasalahan tersebut, ternyata si Cabe Rawit, sahabatnya, merahasiakan sesuatu tentang Song Yi dari Su Man.

    Membaca Best Time membuat aku teringat pada novel Summer Lemongrass. Bagaimana nggak? Tokoh utama dalam novel Best Time ini memiliki sifat yang sama dengan tokoh utama novel Summer Lemongrass. Su Man adalah sosok wanita yang sangat ceria. Selama bertahun-tahun dia menghabiskan waktunya untuk mengikuti perjodohan yang diatur oleh ibunya hanya untuk berakhir mengacaukan acara tersebut. Dia memendam cinta sejatinya hanya untuk Song Yi seorang. Lelaki ini bahkan nggak tahu ada seorang Su Man yang mencintainya setengah mati. Tapi aku kagum pada tekad baja Su Man dan pada konsistensinya dalam mencintai. Jarang loh aku ketemu orang seperti itu.

    "Seburuk apapun kondisi yang kita hadapi sekarang, kita tetap harus menghadapinya dengan tegar. Daripada menghadapinya dengan menangis, lebih baik kita tersenyum menghadapi setiap cobaan yang datang." (Hal. 96)

    Song Yi sendiri adalah lelaki yang digambarkan sangat pintar dan profesional dalam pekerjaannya. Dia dalam usia yang sangat muda sudah berhasil mengambil hati bos besar perusahaan tempatnya bekerja yang membuatnya dalam waktu singkat langsung menduduki posisi top. Aku awalnya juga sama seperti Su Man yang naksir berat sama Song Yi. Tapi semakin jauh membaca, aku mulai kurang suka pada karakter pria itu yang terkesan plin plan.

    Best Time menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal dimana Su Man dengan jenakanya menceritakan kisah cinta gilanya pada Song Yi. Alur dalam novel ini menggunakan alur maju namun ada selipan flash back tentang kehidupan masa lalu Su Man dan Song Yi. Aku sangat merekomendasikan membaca novel ini karena sarat makna tentang cinta dan persahabatan. Aku suka melihat betapa dekatnya Su Man dan sahabatnya si Cabe Rawit. Best Time masih bisa kamu beli di Shopee Penerbit Haru Official dan Shopee Penerbit Haru 2. Sekian saja review dari aku kali ini. Have a nice day!

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.