Ad

ad728
  • News

    Review Novel Confessions

    Hellow you guys! Apa kabar nih? Minggu ini merupakan minggu yang sedikit melelahkan buat aku (yah jadi curhat) soalnya aku harus mengurus beberapa hal yang belum pernah aku urus sebelumnya. Makanya setelah punya waktu buat nulis, aku langsung ambil kesempatan itu.

    Di review kali ini, aku ingin membahas sebuah novel terjemahan asal negeri Sakura Jepang yang berjudul Confessions karya Minato Kanae. Novel ini sendiri sudah dibuat filmnya dan mendapatkan sambutan yang cukup bagus dari masyarakat Jepang sana. Biar penasarannya nggak lama, lebih baik langsung saja simak review novel ini yuk!



    Judul: Confessions
    Penulis: Minato Kanae
    Penerjemah: Clara Canceriana, Andry Setiawan
    Penerbit: Penerbit Haru
    Cetakan Ke: 2
    Tahun Terbit: September 2019
    Tebal: 304 hlm
    ISBN: 968-602-53858-8-9
    Harga: Rp. 87.000


    Confessions menceritakan tentang Moriguchi Yuko. Dia adalah seorang guru SMP. Saat anaknya yang berusia 4 tahun ditemukan meninggal dunia, semua orang mengira itu cuma kecelakaan nahas. Akan tetapi, Moriguchi yakin anaknya dibunuh oleh dua dari anak didiknya. Karena itu, dia tidak akan membiarkan kedua anak itu bebas. Dia ingin membalas dendam, dan balas dendam yang dia lakukan itu hanyalah awal dari sebuah mimpi buruk.

    Ini adalah novel pertama yang aku baca yang dimana hampir semua tokoh sentralnya memiliki pemikiran buat balas dendam. Saat membaca Confessions aku merasa sedikit nggak nyaman, soalnya ada adegan pembunuhan di dalamnya (kebiasaan baca novel romantis jadi begini deh). Tapi mari kita bahas Moriguchi Yuko yang menjadi tokoh sentral pertama. Dia adalah seorang guru yang sangat berdedikasi dan seorang ibu yang penuh dengan kasih sayang. Moriguchi selalu berusaha untuk bersikap seimbang antara profesinya sebagai guru dan ibu dari anak perempuan lucu bernama Manami. Dia bersikap sangat profesional meski aku merasa agak sedikit kesal atas sikapnya yang merahasiakan ayah kandung Manami karena laki-laki itu sedang mengidap HIV.

    Ada juga Naoki dan Shuya yang merupakan otak dari pembunuhan Manami. Naoki adalah siswa nggak menonjol yang bahkan nggak tahu bakatnya ada di bidang apa. Dia juga anak yang plin plan dan nggak punya teman di sekolahnya. Shuya hampir sama payahnya dengan Naoki  dalam urusan pertemanan. Hanya saja Shuya sangat cerdas dalam bidang sains dan memiliki bakat merakit barang elektronik. Dia bahkan menciptakan sebuah alat yang dapat mencegah pencopetan. Alat inilah yang menjadi salah satu sebab Manami kehilangan nyawanya. Ironis bukan?!

    "Aku bisa mengerti bahwa pembunuhan itu adalah tindak kriminal. Akan tetapi, aku tidak bisa mengerti kalau itu digolongkan dalam perbuatan buruk. Manusia itu cuma salah satu dari entitas tak terbatas yang ada di dunia ini. Kalau cara untuk mendapatkan sebuah keuntungan adalah dengan memusnahkan entitas tersebut, bukankah itu wajar-wajar saja?" (Hal. 235)

    Kedua tokoh yang menjadi dalang pembunuhan itu sebenarnya membuatku geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Mereka masih SMP dan sudah bisa merencanakan pembunuhan sedemikian rupa. Apakah itu karena pengaruh media? Novel ini juga menyoroti tentang media yang memborbardir masyarakat dengan berita tentang kejahatan yang tanpa henti yang bahkan diberitakan dengan sangat mendetail. Dan nggak lupa soal peran orang tua yang sangat kurang dalam mendidik anak-anaknya karena lebih sibuk mengurusi kepentingan pekerjaan.

    Selain karakter yang sangat kuat, novel ini juga unik karena diceritakan lewat beberapa tokoh dengan sudut pandang orang pertama. Jadi novel ini mengandung banyak opini soal pembubuhan Manami itu. Opini yang disampaikan oleh dua karakter sangat mengerikan. Siapa saja? Silakan dibaca ya. Confessions masih bisa kamu dapatkan di toko Gramedia terdekat. Atau kalau mau mendapatkan harga yang lebih murah, kamu bisa beli di Shopee Penerbit Haru Official. Sekian dulu review dari aku. Have a nice day!

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.