Ad

ad728
  • News

    Review Novel I Want to Eat Your Pancreas

    Hellow you guys! Beberapa hari belakangan ini aku sering bertanya-tanya kenapa aku begitu suka membaca novel terjemahan Jepang. Aku sendiri nggak tahu harus menjelaskan seperti apa. Tapi pada intinya, aku menyukai karya-karya penulis asal negeri Sakura karena sangat unik dari segi ide cerita dan bahkan gaya berceritanya.

    Dan... Di review kali ini aku akan kembali mengulas sebuah novel dari negeri Matahari Terbit. Saat membaca karya ini aku bahkan sampai banjir air mata. Novel ini berjudul I Want to Eat Your Pancreas dan ditulis oleh Sumino Yoru. Aku harap kamu nggak bosan sama novel pilihan aku ya. Jadi, mari kita simak terlebih dahulu identitas novel ini.



    Judul: I Want to Eat Your Pancreas ๅ›ใฎ่†ต่‡“ใ‚’ใŸในใŸใ„
    Penulis: Sumino Yoru ไฝ้‡Žใ‚ˆใ‚‹
    Penerjemah: Khairun Nisak
    Penerbit: Penerbit Haru
    Cetakan Ke: 4
    Tahun Terbit: 2019
    Tebal: 308 hlm
    ISBN: 968-602-6383-14-3
    Harga: Rp. 84.000


    I Want to Eat Your Pancreas bercerita tentang kehidupan Yamauchi Sakura yang menderita penyakit pankreas. Karena umurnya sudah tidak lama lagi, Sakura menulis sebuah buku harian untuk mencurahkan segala pemikiran dan kekhawatirannya selama menjalani hidup dengan penyakitnya. Buku itu rencananya akan dia wariskan untuk sahabat terbaiknya setelah dia meninggal nanti.

    Suatu hari tanpa sengaja Sakura meninggalkan buku harian itu di sebuah rumah sakit. Seorang teman sekelas yang tidak mau disebutkan namanya memungut buku itu dan mengetahui penyakit yang diderita Sakura. Mereka akhirnya berteman baik. Sakura dan teman yang tidak mau disebut namanya itu mendapatkan pengalaman persahabatan yang unik meski ajal akan segera menjemputnya.

    Kedua tokoh utama dalam novel ini memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Sakura adalah seorang cewek yang sangat ceria, berpikiran terbuka dan penuh kasih sayang. Dia memiliki banyak sekali teman di sekolahnya dan sangat populer di kalangan cowok-cowok. Sementara si anak yang nggak mau disebutkan namanya itu adalah tipikal cowok pendiam, kutu buku, dan bahkan nggak punya teman sama sekali baik itu di kelas ataupun tempat lainnya.

    Ketika persahabatannya dengan Sakura tercium, cowok itu menjadi sasaran iri hati anak-anak di sekolahnya. Akan tetapi, hubungan keduanya sangat menyentuh dan lucu. Lucu karena Sakura selalu berbuat usil dan membuat rencana tanpa persetujuan cowok itu.

    Disinilah uniknya novel ini. Identitas asli dari teman yang nggak mau disebutkan namanya itu baru terbongkar menjelang bab akhir. Aku pun saat menulis review ini agak bingung harus menuliskan nama asli si anak yang nggak mau disebutkan namanya atau bagaimana. Tapi lebih baik nggak ya, biar seru dan nggak spoiler.

    "Kalau aku mengatakan bahwa sebenarnya aku benar-benar takut mati, apa yang akan kau lakukan?" (Hal. 137)

    Kadang di beberapa bagian aku merasa bahwa si anak yang nggak mau disebutkan namanya itu berbicara terlalu blak-blakan. Jadi aku merasa takut kalau Sakura akan tersinggung dan persahabatan mereka pun pecah. Tapi syukurnya itu nggak terjadi karena Sakura yang dapat dengan cepat mengubah moodnya menjadi positif.

    Di novel ini juga terdapat petikan buku harian Sakura dan aku yakin siapapun yang membacanya akan menitikkan air mata. Novel yang sudah dua kali ganti cover ini menggunakan sudut pandang orang pertama dimana si anak yang nggak mau disebutkan namanya menceritakan pengalamannya memulai hubungan persahabatan dengan Sakura yang menderita penyakit pankreas.

    Nggak ada yang cacat dalam gaya bercerita Sumino Yoru. Semuanya ditulis dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan sangat pas. I Want to Eat Your Pancreas masih bisa kamu beli di Shopee Penerbit Haru 2. Karena saking populernya, novel ini juga ada versi anime dan komiknya loh. Baiklah. Sekian saja review dari aku and have a nice day! Happy reading!

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.