Ad

ad728
  • News

    Belajar dari Kutipan Bijak #002

    Belajar dari Kutipan Bijak #002 ditulis oleh: Meylani.Aryanti. Estimasi waktu baca artikel ini adalah: . Selamat Membaca..

    Di edisi kedua kali ini aku ingin membagikan beberapa kutipan dari seorang filsuf Romawi yang sangat terkenal, yaitu Seneca. Meski sempat menjadi penasehat Kaisar Nero, Seneca malah dipaksa melakukan bunuh diri karena dituduh terlibat konspirasi untuk membunuh kaisar. 

    Akan tetapi, ajarannya tentang Stoik masih hidup hingga sekarang dan bahkan dipakai dalam dunia kedokteran untuk menyembuhkan pasien dengan gangguan mental.


    Dalam ajaran Stoik, yang menjadi landasan terpenting adalah etika. Salah satunya adalah tentang tindakan kita untuk membedakan hal-hal yang bisa kita kendalikan dan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Menurut ajaran Stoik, sumber ketidakbahagiaan manusia adalah mencoba mengendalikan hal-hal yang sebenarnya berada di luar kendalinya. 

    Itu dia sedikit tentang ajaran Stoik dari Seneca. Nah, berikut ini adalah beberapa kutipan dari Seneca yang menurutku wajib sekali untuk diingat. Yuk mari disimak.


    "It is not the man who has too little, but the man who craves more, that is poor."

    Kutipan ini mengubah sudut pandangku soal apa itu miskin dan kaya. Memiliki banyak barang yang kita inginkan bukanlah sebuah bukti bahwa kita kaya dan berada. Menjadi kaya merupakan sebuah pola pikir dimana kita sebagai manusia mampu memilih apa saja yang pantas ada dalam hidup kita dan apa yang tidak. Memenuhi semua keinginan terhadap barang-barang yang kita mau bukanlah sebuah kebijaksanaan. Justru, hal tersebut merupakan pertanda bahwa kita masih memiliki mental miskin.


    "He that does good to another does good also to himself."

    Kutipan ini langsung membuatku bersemangat untuk bersikap lebih baik ke orang-orang di sekitarku. Perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang lain secara tidak langsung juga merupakan sebuah kebaikan untuk diri kita sendiri.


    It's not that we have little time, but more that we waste a good deal of it."

    Lewat kutipan ini Seneca mengajarkan kita untuk menghargai waktu. Waktu merupakan hal yang sangat berharga dan tidak akan bisa diputar kembali dengan cara apapun. Waktu sudah disediakan sedemikian rupa untuk kita. Sebagai manusia, sebaiknya kita memanfaatkan waktu yang sudah diberikan dengan bijaksana.


    "Difficulties strengthen the mind, as labor does the body."

    Kamu yakin kalau kesulitan yang diberikan kepadamu merupakan sebuah hukuman atas perbuatan tertentu yang sudah kamu lakukan? Coba deh ubah sudut pandang tersebut. Menurut Seneca, setiap kesulitan yang menimpa umat manusia merupakan penguat pikiran dan jiwa untuk maju menjadi pribadi yang semakin baik, sama seperti latihan beban yang menguatkan otot tubuh.


    "Associate with people who are likely to improve you."

    Aku paling setuju dengan kutipan ini. Bergaul dengan orang-orang yang memiliki kecenderungan untuk membuat kita semakin baik adalah sebuah pilihan yang tepat. Bagaimana kita bisa maju bila setiap hari kita bergaul dengan orang-orang yang pekerjaannya hanya membuang-buang waktu? Mulai saat ini, perbanyaklah bergaul dengan orang-orang yang mempunyai visi dan misi untuk maju dan kamu pun akan berada di jalur yang sama dengan orang-orang tersebut.

    Terimakasih telah membaca Belajar dari Kutipan Bijak #002, jangan lupa tinggalkan reaksi & komentar kalian di bawah ini. Jika kalian suka dengan artikel ini, support penulis dengan cara share artikel ini ke sosmed kalian 😊
    Meylani.Aryanti

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.