Ad

ad728
  • News

    Review Novel A Spark of Light

    Review Novel A Spark of Light ditulis oleh: Meylani.Aryanti. Estimasi waktu baca artikel ini adalah: Berdasarkan kecepatan baca rata-rata 265 kata/menit. Selamat Membaca..

    Review Novel A Spark of Light – Hellow you guys! Aku baru pertama kali membaca novel yang mengangkat tema sensitif seperti aborsi. Meski begitu, aku mendapatkan banyak sekali pengetahuan tentang reproduksi dan bagaimana seseorang yang memutuskan melakukan aborsi menjalani hidupnya setelah mengambil keputusan itu.

    Novel berjudul A Spark of Light yang ditulis oleh Jodi Picoult ini sangat menarik untuk diikuti. Tema yang diangkat yaitu tentang aborsi mungkin merupakan hal yang sensitif di Indonesia. Namun di Amerika Serikat, hal tersebut dapat dilakukan secara sah. Oke, biar nggak lama, kita simak dulu indentitas lengkap novel ini.



    Judul: A Spark of Light
    Penulis: Jodi Picoult
    Penerjemah: Eko Budiarti
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Cetakan Ke: 1
    Tahun Terbit: 2020
    Tebal: 424 hlm
    ISBN: 9786020637600
    Harga: Rp.110.000


    Pada pagi musim gugur seorang pria membawa senjata dan menyerbu masuk ke Pusat Klinik Wanita dan Kesehatan Reproduksi lalu menyandera para staf dan semua orang yang ada disana. Hugh McElroy, negosiator sandera dari kepolisian, bergegas ke TKP, memasang perimeter dan membuat rencana komunikasi dengan penyandera. Ketika ponselnya bergetar dengan pesan masuk, ia mendapat informasi bahwa Wren, putrinya yang berusia lima belas tahun, ada di dalam klinik. Dalam saat-saat paling menegangkan dalam hidupnya, Wren tak sendirian. Di Pusat, ada suster yang menekan rasa takutnya sendiri demi menyelamatkan nyawa wanita terluka. Dokter yang melakukan pekerjaannya karena keyakinannya. Pemrotes Pro-Kehidupan yang sekarang menjadi target tembak dari orang yang punya pandangan sama dengannya.  Wanita muda yang datang untuk aborsi. Dan pria yang membawa mereka semua pada situasi ini... bertekad untuk didengar apa pun taruhannya.

    Aku mengira akan membaca novel menegangkan dimana ada baku tembak antara polisi dengan penyandera. Tapi aku salah. Novel ini menyajikan sebuah realita kehidupan yang selama ini masih ada di ranah sensitif di kepalaku. Aku memang tahu apa itu aborsi dan apa dampaknya. Tapi aku belum menempatkan diriku aku akan ada di pihak mana. Pendukung atau penentang.

    "Namun siapa dirimu tidak ditentukan oleh tempatmu berada. Kemanusiaanmu tidak berkurang jika kau melintasi garis batas negara bagian atau berpindah dari ruang tengah ke kamar mandimu." (Hal 166)

    Seperti biasa, Jodi Picoult selalu menulis cerita yang membuka pikiran. Ada banyak sekali karakter dalam novel ini dan aku suka bagaimana secara perlahan-lahan mereka menunjukkan dirinya. Kata-kata dalam novel ini cukup banyak yang membuatku membuka google untuk menemukan maknanya terutama yang berkaitan dengan reproduksi.

    Alur mundur yang dipakai dalam novel ini juga memberikan suasana baru buatku. Agak membuat ragu di awal tapi pada akhirnya dengan semakin dalam cerita berkembang, aku semakin nyaman. Aku bisa merasakan apa yang dirasakan para karakter dalam novel ini. Ketakutan, rasa bersalah, penyesalan, kesakitan, semuanya menjadi sebuah pemahaman tentang kehidupan.

    Seperti pada novel Jodi Picoult sebelumnya yang aku baca, A Spark of Light juga menampilkan plot twist yang menggemparkan di akhir cerita. Novel dengan cover cantik ini masih bisa kamu dapatkan di toko-toko buku terdekat di kotamu. Sekian saja. Semoga harimu menyenangkan.

    Terimakasih telah membaca Review Novel A Spark of Light, jangan lupa tinggalkan reaksi & komentar kalian di bawah ini. Jika kalian suka dengan artikel ini, support penulis dengan cara share artikel ini ke sosmed kalian 😊
    Meylani.Aryanti

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.