Ad

ad728
  • News

    Review Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

    Review Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin ditulis oleh: Meylani.Aryanti. Estimasi waktu baca artikel ini adalah: Berdasarkan kecepatan baca rata-rata 265 kata/menit. Selamat Membaca..

    Review Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Hellow you guys! Apa kabar hari ini? Aku setuju sekali bila Tere Liye dinobatkan sebagai penulis Indonesia terbaik. Karya-karya yang dihasilkannya selalu berhasil membuat para pembaca terkagum sehingga karya tersebut bisa dicetak ulang berkali-kali.

    Pada review kali ini aku kembali akan mengulas novel karya Tere Liye yang berjudul Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Seperti novel lain karya Tere Liye, novel yang satu ini juga sudah dicetak berulang kali sejak pertama kali terbit. Yuk mari kita simak ulasan selengkapnya.



    Judul: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
    Penulis: Tere Liye
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Cetakan Ke: 39
    Tahun Terbit: 2020
    Tebal: 264 hlm
    ISBN: 9786020331607
    Harga: Rp.69.000


    Selama tiga tahun Tania dan adiknya, Dede, berjuang dijalanan ibukota menjadi pengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kedua bocah ini putus sekolah. Suatu hari muncul Danar yang bagaikan malaikat mengangkat kehidupan mereka ke tempat yang layak. Tania dan adiknya kembali bersekolah. Mereka bisa tinggal di rumah yang layak. Tania sangat berterimakasih pada Danar. Akan tetapi, semakin lama menjalani kebersamaan dengan lelaki itu, Tania merasakan sesuatu dalam hatinya yang tidak bisa dia tahan sama sekali.

    Sekali lagi aku jatuh cinta pada karya Tere Liye. Novel dengan judul yang cukup panjang ini berhasil mengaduk-aduk emosiku. Tania adalah sosok anak yang mampu dan mau bekerja keras untuk mencapai mimpinya. Dalam sekejap mata, Tania berhasil meraih banyak prestasi di bidang akademik.

    Ada juga Dede, adik Tania yang mempunyai hobi menyusun Lego. Dede memiliki selera humor yang keren dan selalu berhasil membuatku tertawa. Sementara itu, sosok malaikat dalam hidup Tania yaitu Danar, merupakan lelaki yang baik. Dia mempunyai jiwa penolong bahkan nggak hanya untuk Tania dan keluarganya tapi juga untuk anak-anak lain yang nggak beruntung hidupnya.

    "Kebaikan itu seperti pesawat terbang, Tania. Jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat." (Hal. 184)

    Sejak awal membaca, aku sudah menebak-nebak plot twist apa yang akan disajikan oleh Tere Liye. Aku mempunyai kecurigaan pada Danar bahwa karakter ini akan memberikan kejutan yang nggak aku duga sebelumnya. Danar, di samping sifatnya yang baik itu, nggak terlalu banyak yang bisa aku gali. Barulah menjelang akhir cerita, aku jadi tahu sedikit tentang masa lalunya.

    Banyak pesan tentang kehidupan dalam novel ini. Bagaimana kita harus memiliki keberanian untuk menanyakan sesuatu meski hal itu memalukan sekalipun. Sebab, jika kita nggak pernah bertanya maka jawabannya selalu tidak. Tania mengalami hal yang sama dan sempat membuat kepribadiannya berubah gelap.

    Novel ini masih tersedia di toko-toko buku seluruh Indonesia juga di toko-toko buku online. Sekian saja dari aku. Semoga harimu menyenangkan.

    Terimakasih telah membaca Review Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, jangan lupa tinggalkan reaksi & komentar kalian di bawah ini. Jika kalian suka dengan artikel ini, support penulis dengan cara share artikel ini ke sosmed kalian 😊
    Meylani.Aryanti

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.