Ad

ad728
  • News

    Review Novel The Way I Used To Be

    Hellow you guys! Apa kabar hari ini? Aku harap dalam keadaan sehat ya. Pernah nggak sih kamu mendapati teman baik kamu tiba-tiba berubah sikapnya? Dia yang awalnya selalu bersikap baik dan terbuka tiba-tiba saja menjadi sensitif dan sangat tertutup? Bisa jadi teman kamu itu sedang mengalami tekanan psikologis.

    Novel yang akan aku bahas kali ini juga mengangkat tema seputar tekanan psikologis. Tokoh utama dalam novel The Way I Used To Be yang ditulis oleh Amber Smith ini mengalami tekanan mental yang luar biasa akibat perkosaan yang menimpanya. Yuk mari disimak baik-baik review selengkapnya.


    Judul: The Way I Used To Be
    Penulis: Amber Smith
    Penerjemah: Orinthia Lee
    Penerbit: Penerbit Spring
    Cetakan Ke: 1
    Tahun Terbit: 2017
    Tebal: 392 hlm
    ISBN: 978-602-6682-04-8
    Harga: Rp. 89.500


    Eden adalah anak yang baik. Masa SMA sama sekali tidak mengubahnya. Namun, malam saat dia diperkosa oleh sahabat kakaknya telah mengubah segalanya. Kehidupan yang tadinya sederhana, menjadi sangat rumit. Apa yang tadinya dia sukai, kini dia benci. Apa yang tadinya dia pikir benar, ternyata adalah sebuah kebohongan besar. Tidak ada yang masuk akal lagi. Eden tahu dia harus memberitahu seseorang, tapi dia tidak bisa. Dia malah mengubur rahasia itu dalam-dalam. Namun, saat ada orang yang benar-benar peduli padanya, akankah dia tetap menguburnya?

    Membaca novel ini membuatku sangat melankolis. Eden adalah tokoh fiksi yang dapat mewakili para korban perkosaan di kehidupan nyata. Aku salut bagaimana Amber Smith, sang penulis, dapat memilih tema seperti ini. Eden dalam keseluruhan novel ini digambarkan sangat penuh penderitaan. Dia berubah 180 derajat dan menjadi pribadi yang menyebalkan. Penderitaannya bertambah parah karena hubungannya dengan sang ibu yang nggak dekat. Bahkan, pagi setelah Eden diperkosa, sang ibu adalah orang pertama yang ditemuinya dan nggak menyadari kesialan yang baru saja menimpa putrinya.

    "Aku sering merasa buruk rupa sebelumnya, secara umum. Namun tidak pernah seburuk rupa ini. Tidak pernah merasa sekecil, semenjijikkan, dan begitu patut dibenci seperti ini. Namun dia membuatku merasa begitu saat itu, hanya dengan tatapannya." (Hal. 338)

    Ada juga sih, beberapa adegan yang membuat aku kesal seperti misalnya ketika Eden punya kesempatan untuk bercerita pada Josh tapi dia malah memilih pergi. Aku sih nggak bisa menyalahkan Eden. Kondisilah yang membuatnya bersikap demikian. The Way I Used To Be menggunakan sudut pandang orang pertama dengan alur yang pas. Dalam novel ini ada juga adegan dewasa. Aku sarankan untuk kamu yang masih di bawah umur agar jangan membaca novel ini dulu. 

    Ada banyak hal yang bisa aku petik setelah membaca The Way I Used To Be. Yang pertama adalah kepedulian terhadap sesama. Sebagai seorang teman, kakak, adik, orang tua, dan guru, kita harus menyadari bila ada perubahan sekecil apapun pada orang terdekat kita. Yang kedua adalah nggak menghakimi perbuatan melenceng yang dilakukan orang di sekitar kita karena pasti ada alasan kenapa seseorang berbuat demikian. 

    Novel penuh makna ini masih bisa kamu beli di Shopee Penerbit Haru Official dan Shopee Penerbit Haru 2. Sekian saja review dari aku kali ini. Have a nice day teman-teman. Happy reading!



    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.