Ad

ad728
  • News

    Putus Cinta Lebih Baik daripada Bertahan

    Awal putus cinta memang sangat berat, tapi percayalah perlahan tapi pasti kamu akan bisa menerima sepenuhnya apa yang sudah terjadi, melepaskan, dan menjalani hidup lebih baik lagi. Pasti alam menjawab mengapa perpisahan itu harus terjadi. so, buat kalian yang sedang mengalaminya, jangan terus menerus menyalahkan diri sendiri, semua yang terjadi adalah yang terbaik buat kamu.

    Original source Unknown

    Sulit memang untuk menjalani hari-hari tanpa seseorang yang amat kita sayangi apalagi orang tersebut sudah lama bersama kita. Rasanya sayang sekali, hubungan yang bertahun-tahun dirajut, diperbaiki, dipupuk sedemikian wujudnya berakhir begitu saja. Lebih menyakitkan lagi saat kita tak tau apa masalahnya. Dalam sebuah hubungan, tidak melulu kebahagiaan yang datang. Pengorbanan, kesusahan, kesetiaan, semua diuji saat kita merajut hubungan bersama orang yang kita kasihi dan sayangi. Jika sudah melakukan yang terbaik untuk hubungan tapi tidak juga membuat hubungan segera melangkah ke jenjang berikutnya atau bahkan ada saja kelakuan pasangan yang bikin geleng-geleng kepala membuat kita menyerah untuk bertahan. Berikut 5 alasan mengapa lebih baik putus cinta daripada bertahan.

    1. Terlalu banyak pengkhianatan

    Hal tersakit yang dirasa saat menjalin sebuah hubungan adalah tidak tau nya kita bahwa kita sedang dikhianati oleh pasangan. Diselingkuhi, dibohongi, hingga rusaknya privasi diri sendiri oleh pasangan. Menghadapi pengkhianatan harus dengan bijaksana dan dewasa. Sekali, dua kali pengkhianatan yang kita ketahui, bisa kita maafkan dan perbaiki kembali. Tapi jika itu terjadi lagi dan lagi, sudahlah, jangan habiskan waktu hanya untuk menunggu seorang macam begitu. Lebih baik berpisah, daripada kamu bertahan dalam permainannya.

    2. Komunikasi yang tidak sehat

    Salah satu kunci hubungan yang baik adalah komunikasi yang sehat. Komunikasi yang dijalani bersama pasangan seharusnya jauh dari toxic. Seperti pasif-agresif respon, mengedepankan ego saat berkomunikasi sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman

    3. Terlalu sering berkorban sendirian

    Sadar akan hanya sendiri lah yang terus berkorban, merelakan sesuatu agar hubungan Melakukan apa yang tidak disukai demi pasangan merasa bahagia.

    4. Sadar kalau sudah memberikan segalanya

    Jika kamu merasa sudah memberikan segalanya tapi seolah tak ada timbal balik, dan kamu sudah lelah dengan semuanya, lebih baik kamu putus daripada bertahan.

    5. Kehilangan jati diri

    Kadang saat menjalin hubungan asmara, seseorang jadi lupa tentang jati diri dan karakter diri sendiri. Sejatinya, hubungan asmara yang sehat adalah tentang dua orang yang saling menguatkan satu sama lain, bukan dua orang menenggelamkan diri menjadi satu dengan orang lain. Hingga akhirnya kehilangan identitas, nilai diri sendiri, kebutuhan, hingga sederet tujuan hidup yang ingin dicapai.

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.