Ad

ad728
  • News

    Mitos Dibalik Pohon Ribuan Tahun di Trunyan

           Pastinya sudah tidak asing lagi mendengar kata Trunyan yaitu sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli - Bali ini sering di kunjungi karena keunikan dari tradisi pemakaman yang tidak pada umumnya. Biasanya jika orang meninggal itu di kubur atau di kremasi, tapi di Trunyan hanya di letakkan saja di bawah pohon yang bernama "Taru Menyan" dimana "Taru" artinya "Pohon" dan "Menyan" artinya "Harum". Keunikan dari pohon Taru Menyan ini yang mengeluarkan bau harum yang dapat menetralisir bau busuk mayat oleh karena itu walaupun jenazah tidak di makamkan tetap tidak mengeluarkan bau yang menyengat karena sudah di netralisir oleh pohon Taru Menyan tersebut.
    Image Source: wikipedia.org

    Mitos Dibalik Pohon Ribuan Tahun di Trunyan

           Di dalam cerita rakyat yang berkembang dikisahkan dahulu kala pohon Taru Menyan ini memancarkan bau harum yang amat sangat kuat sehingga aromanya tercium hingga daratan jawa bagian tengah (Keraton Solo) kemudian karena rasa penasaran 4 saudara bangsawan dari Keraton Solo ini ingin mencari tahu sumber bau harum tersebut, mereka kemudian memulai perjalanannya menuju ke arah timur untuk mencari tahu dari mana asal bau harum yang begitu kuat tersebut. Hingga sampailah empat saudara ini di tanah Bali bagian timur bau harum tersebut kian menajam lalu mereka melanjutkan perjalanan mengikuti bau tersebut yang semakin tajam. Namun di perjalanan 4 saudara tersebut, ke 3 adiknya tergoda untuk tinggal di daerah yang mereka lalui sehingga yang sampai ke sumber bau harum tersebut (Pohon Taru Menyan) hanyalah putra sulung saja. Ketika si putra sulung sampai di suatu daratan, ia bertemu dengan wanita cantik bagaikan bidadari yang turun dari kahyangan yang sedang duduk sendirian di bawah pohon Taru Menyan yang merupakan sumber dari bau harum tersebut, yang selalu di carinya selama ini.

    Image Source: icollecta.blogspot.com

           Si putra sulung tertarik dengan kecantikan wanita yang duduk di bawah pohon Taru menyan tersebut dan ingin mempersuntingnya. Lalu putra sulung pergi untuk menghadap kakak si wanita cantik itu untuk meminang adiknya. Ketika menghadap ke kakak wanita tersebut akhirnya si putra sulung mengetahui ternyata wanita itu adalah seorang putri. Sang kakak menerima pinangan si putra sulung dari Keraton Solo tersebut dengan syarat putra sulung harus mau menjadi pemimpin/ pancer jagat di daerah itu. Persyaratanpun di sanggupi oleh si putra sulung lalu mereka menikah dan setelah menikah, putra sulung dari Keraton Solo ini bergelar "Ratu Sakti Pancering Jagat" dan si wanita cantik yang kini menjadi istrinya bergelar "Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar".
    Pura Ratu Sakti Pancering Jagat (Image Source: ipernity.com)

           Setelah sekian lama Ratu Sakti Pancering Jagat memerintah maka berkembanglah daerah tersebut menjadi kerajaan kecil dan beliau pun mulai merasa khawatir jika ada orang jahat yang ingin menguasai kerajaannya karena terpesona akan bau harum dari pohon Taru Menyan. Agar tidak ada yang tertarik untuk menguasai kerajaan mereka, Ratu Sakti Pancering Jagat kemudian memerintakan rakyatnya untuk meletakkan jenazah - jenazah orang Trunyan di bawah pohon Taru Menyan. Uniknya, jenazah yang seharusnya berbau itu di netralisir oleh bau harum dari pohon Taru Menyan Tersebut. Sejak saat itu Desa Trunyan tidak lagi berbau terlalu harum.

    Pohon Taru Menyan Berusia Sebelas Abad

           Konon, pohon Taru Menyan ini adalah pohon yang tertua di Bali dan memiliki usia sebelas abad atau lebih dari seribu tahun dan masih tetap tumbuh hingga saat ini. Penduduk setempat meyakini kalau pohon ini tumbuh tidak hanya dengan mengambil nutrisi alam tapi juga nutrisi dari mayat yang ada di bawahnya. Kabarnya pohon Taru Menyan ini tidak hanya menyerap bau busuk dari jenazah yang ada di bawahnya tapi juga dapat menyerap aura negatif yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu kawasan Trunyan sangat bersih baik dari segi lahir maupun batin.
    Image Source: bbci.co.uk

           Karena kemampuan dari pohon Taru Menyan ini unik pastinya banyak orang ingin menanamnya di daerahnya terutama di Setra - setra daerah lain. Namun apa daya, sudah berbagai cara dan upaya tempuh untuk memperbanyak pohon Taru Menyan ini tapi sayangnya pohon ini sama sekali tidak bisa hidup di luar kawasan Trunyan yang di kenal sakral ini. Mungkin disamping dari unsur alamiah pohon ini terkandung juga unsur mistis yang mempengaruhi pohon ini tidak bisa tumbuh atau di tanam di daerah lain.

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.