Ad

ad728
  • News

    Review Buku Rumah di Tanah Rempah

    Review Buku Rumah di Tanah Rempah ditulis oleh: Meylani.Aryanti. Estimasi waktu baca artikel ini adalah: . Selamat Membaca..

    Indonesia adalah negara yang besar dengan sejarah yang panjang. Masuknya bangsa penjajah ke Nusantara tidak bisa dilepaskan dari keberadaan rempah yang kala itu menjadi emas yang begitu berharga bagi mereka. Indonesia adalah negeri yang kaya akan rempah-rempah dan sejarah negeri ini bisa ditelusuri lewat aroma memikatnya.

    Buku Rumah di Tanah Rempah merupakan sebuah buku yang menuntun kita untuk melihat sejarah bangsa ini melalui sebuah perjalanan yang penuh dengan perenungan. Buku terbitan Gramedia ini ditulis oleh Nurdiyansah Dalidjo dan di postingan kali ini, aku akan mengajak kamu untuk menyimak review lengkapnya.



    Judul: Rumah di Tanah Rempah
    Penulis: Nurdiyansah Dalidjo
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Cetakan Ke: 1
    Tahun Terbit: 2020
    Tebal: 466 hlm
    ISBN: 978-602-06-3967-3
    Harga: Rp.125.000


    Rumah di Tanah Rempah merupakan rangkaian kisah perjalanan yang mengajak pembaca untuk mengenal Indonesia melampaui lintasan zaman melalui tradisi rempah. Cerita-cerita tak hanya disusun dari bermacam sumber literatur, melainkan pula obrolan dengan orang-orang yang ditemui dalam perjalanan sambil mencicip kesedapan rasa serta aroma di kebun rempah, kedai, warung kopi, pasar, dan dapur.

    Aku terpesona dengan buku ini. Sejak dulu sejarah memang selalu memiliki daya tarik tersendiri yang berhasil membuatku tersedot ke dalamnya. Aku suka pada setiap penyampaian sejarah dalam buku ini tentang bagaimana negara-negara Eropa tiba dan berusaha keras menancapkan cakar mereka untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah.

    Kita semua tahu mereka semua saling berebut dan menggunakan cara-cara licik untuk dapat tetap bertahan dan mengeruk sebesar mungkin kekayaan negeri ini yang pada akhirnya dipakai untuk mendirikan bangunan-bangunan indah di negara mereka. Hal ini membuatku sedih sekaligus marah.

    Tidak hanya sejarah pada masa sebelum kemerdekaan, buku ini juga menggambarkan bagaimana setelah Indonesia bebas dari penjajahan, elit negeri yang menyebut diri mereka pemerintah malah melakukan tindakan yang sama saja dengan bangsa kulit putih yang sudah diusir dengan darah dan air mata.

    "Meski kami tak memperbincangkan apa pun terkait peristiwa '65, kerut di wajahnya menjadi tanda bahwa ia adalah generasi yang menyaksikan tahun-tahun di mana manusia pernah menampilkan wajah iblis. Tahun-tahun di mana kemanusiaan seperti hilang entah kemana. Tahun-tahun di mana kebencian dan prasangka dapat membuat siapa saja masuk penjara, bahkan kehilangan nyawa." (Hal. 73)

    Buku ini istimewa karena sang penulis tidak hanya menuliskan begitu saja sejarah bangsa ini tetapi juga menyisipkan deskripsi tentang bagaimana keadaan terkini tempat dimana sebuah peristiwa sejarah berlangsung. Selain itu, ada juga gambar-gambar yang memperlihatkan berbagai tempat di Nusantara yang memiliki nilai sejarah yang harus diketahui oleh seluruh insan di negeri ini.

    "Tetapi, adalah juga rempah yang telah memberikan rakyat di Nusantara serta bangsa-bangsa lain di Asia, Afrika, dan Amerika, suatu kesadaran akan penindasan dan penghisapan yang berujung pada serangkaian perang dan pemberontakan untuk kemerdekaan." (Hal. 400)

    Aku juga suka bagaimana penulis menuangkan nilai-nilai yang dianut masyarakat setempat yang sebenarnya bisa kita adopsi untuk menjalani kehidupan ini.

    Membaca buku ini memberikan banyak perenungan padaku tentang apa arti kehidupan. Bagaimana aku bisa memaknai sebuah perjuangan, pengorbanan, kehilangan, keberagaman serta hormat terhadap satu sama lain. Dan yang terpenting dari itu semua, buku ini mengingatkan tentang apa arti rumah untukku. Sekian saja. Semoga harimu menyenangkan.

    Terimakasih telah membaca Review Buku Rumah di Tanah Rempah, jangan lupa tinggalkan reaksi & komentar kalian di bawah ini. Jika kalian suka dengan artikel ini, support penulis dengan cara share artikel ini ke sosmed kalian 😊
    Meylani.Aryanti

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.