Ad

ad728
  • News

    Review Novel Girls in the Dark

    Hellow you guys! Rasanya sudah lama sekali ya, sejak terakhir kali aku menulis review novel. Aku melakukan beberapa hal selama seminggu ini yang membuat aku nggak sempat menulis review. But, I'm here now.

    Untuk review kali ini, aku akan membahas sebuah novel terjemahan Jepang (lagi-lagi Jepang dan semoga kamu nggak bosan ya!) berjudul Girls in the Dark. Novel ini ditulis oleh Akiyoshi Rikako yang terkenal karena selalu menyajikan plot twist yang membuat geleng-geleng kepala. So, without any further do, mari simak review selengkapnya.




    Judul: Girls in the Dark
    Penulis: Akiyoshi Rikako
    Penerjemah: Andry Setiawan
    Penerbit: Penerbit Haru
    Cetakan Ke: 13
    Tahun Terbit: 2019
    Tebal: 288 hlm
    ISBN: 978-602-52972-8-1
    Harga: Rp. 85.000


    Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily. Pembunuhan? Bunuh diri? Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkharisma itu. Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. 

    Membaca Girls in the Dark membuatku merasa seperti membaca cerpen yang isinya memuji seorang teman yang bagaikan malaikat dengan segala kebaikannya. Shiraishi Itsumi adalah bintang dari Klub Sastra SMA Putri Santa Maria. Itsumi adalah cewek yang sangat baik hati. Dia mengubah ruang Klub Sastra menjadi ruangan yang penuh dengan benda-benda mahal dari seluruh dunia sehingga para anggota Klub menjadi betah berlama-lama di dalamnya. Pada cerita pendek pertama, aku belum menemukan keanehan dalam diri Itsumi. Tapi setelah membaca cerita berikutnya, mulai terlihat ada sesuatu yang nggak beres dengan Itsumi

    "Diperlukan sebuah usaha dan taktik untuk menjadi tokoh utama dan menjaga posisi itu. Tokoh utama harus bisa berdiri lebih tinggi daripada peran pembantu setiap saat. Bagaimana caranya? Caranya... kita harus memegang rahasia mereka." (Hal. 227)

    Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama dimana masing-masing anggota Klub Sastra menyampaikan pendapatnya tentang Itsumi serta perkiraan siapa yang tega membunuh gadis itu. Pendapat para gadis itu cukup mengerikan. Mereka saling tuding dengan alasan yang sangat meyakinkan. Semuanya terlihat masuk akal. Tapi apakah benar demikian adanya? Semakin jauh membaca novel ini, kamu akan menemukan banyak sekali informasi tentang Itsumi dan anggota Klub lainnya yang tumpang tindih. Di sanalah para pembaca dituntut untuk teliti agar dapat menemukan apa yang sebenarnya terjadi.

    Girls in the Dark mengajarkan banyak hal tentang hubungan pertemanan. Dalam berteman, yang terbaik adalah saling percaya dan menghilangkan sifat ingin mendominasi. Dan harus aku akui, Itsumi sangat jauh dari kriteria itu. Tapi apakah itu lantas bisa dijadikan alasan untuk membenarkan pembunuhan terhadap gadis itu? Plot twist novel ini luar biasa mengejutkan. 

    Girls in the Dark masih bisa kamu beli di Shopee Penerbit Haru Official dan Shopee Penerbit Haru 2. Sekian saja review dari aku. Semoga harimu menyenangkan. Happy reading ya! 

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.