Ad

ad728
  • News

    Review Novel Jalan Bandungan

    Hellow you guys! Apa kabar hari ini? Aku harap baik-baik saja ya dan semoga masih betah di rumah aja. Karena sesuatu dan lain hal, aku cukup lama nggak bisa menulis review novel. Rasanya sudah kangen sekali.

    Novel yang akan aku buat ulasannya kali ini adalah sebuah novel karya salah satu penulis wanita Indonesia yang terkenal karena mendukung gerakan feminisme. Sudah bisa menebak? Ya, Nh. Dini dan novel itu berjudul Jalan Bandungan. Yuk mari disimak!


    Judul: Jalan Bandungan
    Penulis: Nh. Dini
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Cetakan Ke: 2
    Tahun Terbit: Maret 2019
    ISBN: 979-979-22-5085-5
    Harga: Rp. 90.000


    Jalan Bandungan bercerita tentang kehidupan seorang wanita Jawa bernama Muryati. Dia adalah seorang dari ribuan wanita yang tidak pernah tahu kemana pasangan hidupnya pergi sesudah waktu kantor selesai. Apapun yang dikatakan suami, istri tentu percaya saja. Pada suatu hari, Muryati diberitahu bahwa suaminya terlibat dalam gerakan yang ingin melawan pemerintah. Sejak saat itu kehidupan Muryati menjadi berubah total. Bagaikan terjangkit penyakit menular, dia dijauhi oleh tetangga dan lingkungannya. Dalam usahanya untuk meraih kembali karir yang telah ditinggalkannya selama lebih dari sepuluh tahun, Muryati selalu mendapat penolakan. Di tengah badai itu, ada sebuah tangan yang terulur kepadanya: sang ibu tetap merengkuhnya dalam pelukannya.

    Nh. Dini adalah sosok penulis yang selalu berhasil menciptakan karakter wanita-wanita kuat dengan keunikannya tersendiri. Muryati salah satu contohnya. Dia adalah sosok visioner yang mempunyai pemikiran yang maju soal kedudukan perempuan dalam lingkungan masyarakat. Meski begitu, dia juga tetap menaruh hormat pada keputusan orang tuanya dalam menentukan pernikahannya. Karakter kuat itu tentu saja merupakan warisan dari sang ibu yang tetap kokoh ketika harus berjuang sendirian menghidupi anak-anaknya.

    Tokoh lain yang patut menjadi sorotan dalam novel ini adalah salah satu sahabat Muryati bernama Ganik. Feminisme yang sesungguhnya justru aku lihat dalam diri Ganik, yang memiliki pergaulan luas sebagai seorang diplomat di Eropa. Pergaulan itulah yang membuatnya memiliki pandangan yang berbeda dengan kebanyakan wanita Jawa (Indonesia) pada umumnya. Pandangan inilah yang menjadi salah satu pemicu semangat Muryati untuk terus maju. Hubungan antara Muryati dan Ganik sebagai dua orang sahabat juga sangat manis.

    Novel ini dikemas dengan bahasa yang mengalir indah. Tiap peristiwa dan tempat di dalam karya Nh. Dini ini dijelaskan dengan sangat mendetail. Yang akan membuat kagum adalah deskripsi tentang negeri Belanda yang menawan di musim dingin. Pandangan-pandangan tentang feminisme juga bertebaran hampir di semua halaman. Untuk pecinta bacaan dengan alur yang cepat, novel ini akan terasa sedikit berat. Tapi akan terbayar tuntas ketika melihat betapa tangguh para wanita di dalamnya berjuang demi kebebasan mereka. 

    Nh. Dini menyelipkan pesan penting dalam novel ini dimana kemajuan suatu bangsa bisa dicapai bila posisi para wanitanya setara dengan posisi para pria dalam semua aspek kehidupan. Novel dengan cover klasik ini masih tersedia di toko buku Gramedia terdekat serta di Gramedia Digital buat kamu yang nggak suka baca buku fisik. Sekian ulasanku kali ini. Have a nice day teman-teman!

    Tidak ada komentar

    Top Ad

    ad728

    Bottom Ad

    ad728
    Diberdayakan oleh Blogger.